Kisah Pevi & Finna: Hijab Istri dan Hijrahnya sang Suami

Kisah Pevi & Finna: Hijab Istri dan Hijrahnya sang Suami

0 7712

Tak pernah terbayangkan dalam benak Finna Agnesty yang begitu ‘membenci’ hijab, justru akhirnya memutuskan berhijab. Tak disangka pula, bahwa sang Suami yang ia doakan siang malam agar  bertobat dan mendapat hidayah Allah, justru yang paling ngetol mendorong agar istrinya menutup aurat.

Hati Finna dag dig dug. Sepenggal 2012, sebentar lagi ia akan menikah. Mulai kembali dibukanya lembaran buku-buku bertema pernikahan, bagaimana kelak menjadi istri yang baik dan solehah. Memang sudah lama, calon suaminya, Pevi Permana Putra, skaters nomor wahid Indonesia ini ber’kenalan’ dengan Finna, namun bukan perkenalan biasa.

“Dunia kami berdua benar-benar dunia gelap,” kata Finna kepada Alhikmah di Bandung beberapa waktu silam mengawali kisahnya. Finna mengisahkan pertemuannya dengan Pevi dalam pergaulan ‘malam’ . Finna sendiri dididik oleh keluarga yang taat beragama, namun menurutnya, karena orang tuanya sibuk, dirinya pun merasa bebas melakukan apapun.

“Saya memusuhi orang tua saya karena memerintahkan saya berjilbab. Lebih dari tujuh tahun saya nggak suka sama ayah saya, dan saya nggak pakai jilbab,” kata Finna. “Bagi saya saat itu jilbab itu kuno, juga orang yang memakainya sok suci, saya nggak suka!”

Menjelang menikah, Finna mulai berpikir, merenung ihwal kewajiban seorang istri kepada suami. Diselipkan doanya, agar suaminya mau berubah, kembali ke jalan  yang benar, walaupun dirinya sendiri mengakui tak suka berhijab. “Kalau solat masih, kadang-kadang, tapi siapa sih yang tak ingin suaminya berubah,” kenang Finna.

Sang Suami,  Pevi Permana Putra yang kini telah ‘berhijrah’ mengisahkan kepada Alhikmah bahwa dulu hidupnya sungguh ‘kelam’. “Gua setiap hari pasti mabok, minum. Bangun sore , habis itu main skate, malamnya  nongkrong, pemanasan minum minimal 12 botol. Itu baru pemanasan,” kenang atlet skate board nasional ini.

“Malam ke klab, dunia drug semua yang parah seancur-ancurnya udah gua alamin,” kenangnya. Tak pernah terbayangkan juga dalam benak Pevi bahwa ia akan meninggalkan masa lalunya dan kini menikmati manisnya iman dan mengaji bersama komunitas Pemuda Hijrah di Masjid Al Lathiif Bandung.

Bisa dibilang, semua bermula dari doa dalam sunyi Finna yang tak terputus, khususnya menjelang pernikahan dan setelah menikah sepenggal 2012 lalu. “Menjelang pernikahan saya mulai baca-baca bagaimana menjadi istri yang baik, bagaimanapun setiap wanita ingin menjadi istri yang solehah,” kenang Finna.

“Saya masih melihat suami saya ada harapan untuk berubah,” kata Finna kepada Alhikmah. Dalam sunyi, di atas sejadah tak henti-hentinya Finna yang saat itu masih tak berhijab mendoakan suaminya agar suaminya kembali ke jalan yang benar.

Pernah, merurut Pevi, jika dirinya diajak shalat, maka sifat marah Pevi keluar. “Dulu denger adzan aja gua matiin itu, gak mau denger,” kata Pevi. ‘Mungkin berkat doa istri gua yang terus-terusan akhirnya gua malu juga,” tambah Pevi.

Perlahan, Pevi mengakui awalnya shalat karena malu, akhirnya terbiasa shalat. Pevi mengakui hijrahnya ia dari kehidupan yang begitu kelam kepada manisnya iman karena ikhtiar kawannya sesama skaters kesohor Bandung, Inong yang terus mengajaknya mengaji selama dua tahun tak putus-putus.

“Hampir setiap minggu dia sms gua. Sampai satu hari dia gak sms, malah gua yang sms. Eh dia malah jemput gua dan saat itu ikut kajian,” kenang Pevi. Sempat mengaji, lama lagi absen, hingga mengaji lagi, Pevi pun perlahan menikmati aktivitas kajiannya dibimbing ustadz Hanan Attaki di Masjid Al Lathiif.

Hingga suatu malam di atas bukit, ia melaksanakan Qiyam bersama kawan-kawannya dan benar-benar luluhlah hati Pevi. “Gila, selama ini gua ngapai aja, di sana gua benar-benar hijrah,” ujarnya yang begitu mantap mendengar lantunan ayat al Quran yang dibacakan merdu oleh ustadz Hanan yang juga Qari ini.

Hijrahnya Pevi tak lepas dari doa sang istri setiap usai shalat. “Seneng banget liat suami berubah,” kenang Finna. Hobi sang suami ‘mengaji’ kini ditularkan kepada sang Istri, Finna. “Pevi pun mulai mengajak saya mengaji di Al Lathif,” kata Finna.

 ‘Dikerjai Suami’

‘Tanyain dong sama ustadz, boleh nggak perempuan ke Masjid nggak pake kerudung’ titip Finna kepada Pevi. Pevi pun menanyakan kepada ustadz Hanan Attaki, “Boleh,” kata Pevi menirukan sang ustadz. Girang bukan kepalang hati Pevi melihat istrinya akhirnya mau ikut pengajian ‘pemuda hijrah’ di Masjid Al Lathiif’

Finna pun datang tanpa memakai kerudung, namun untuk beberapa waktu sorot mata tertuju kepadanya. “Awalnya saya biasa aja, tapi saya jadi malu,” katanya. Finna pun menitipkan pertanyaan kembali, ‘boleh nggak memakai kerudungnya saat pengajian saja?’ Ustadz pun mempersilakan.

“Saya pun mulai pake kerudung setengah hari. Di mobil mulai pake kerudung saat mau pengajian,” kata Finna. Di Masjid Al Lathiif sendiri, pengajian ada pada hari Rabu yaitu pengajian ustadz Hanan, lalu bertambah menjadi tiga kali sepekan: Senin, Rabu, Sabtu.

‘Bahkan dulu awalnya nggak punya jilbab, minjem dulu,” kata Pevi. Finna pun sekadarnya memakai jilbab. Pengajian usai pun, Finna kembali melepas jilbabnya. Hanya di pengajian saja ia mengenakan jilbab. Namun, kali ini Finna merasa ada yang janggal.

“Mengapa saat minggu-minggu itu kaya sering banget pengajian,” kenang Finna. Akhirnya Finna kerap mengenakan jilbab. Senin pengajian di Al Lathiif, Selasa entah di mana, Rabu kembali di Al Lathif. Belum lagi jika ada pengajian pagi, Finna kembali mengenakan Jilbab.

Nggak tau kenapa kayaknya suami memang sengaja biar saya ikut pengajian,” kata Finna sambil terkekeh. Rupanya, kepada Alhikmah Pevi memang sengaja mencari jadwal kajian setiap harinya agar istrinya kerap mengenakan kerudung. “Gua cari kajian hampir setiap hari. Pernah kami jauh sekali ikut kajian ustadz Arifin Ilham, gua kejar semua pengajian supaya istri gua tiap hari pake jilbab” tawa Pevi.

Lama-kelamaan pun, Finna mulai familiar memakai jilbab. Mulai dari gatal, panas, hingga mulai terbiasa semua terlakoni. “Pernah juga diminta pakai jilbab seharian, karena kata suami besoknya tidak ada kajian. Dicoba ternyata gak ada masalah,” kenang Finna.

Di kajian demi kajian pula Finna mulai mereguk manisnya iman dan ilmu. “Sampai satu titik ada kajian yang mengisahkan nasib perempuan kelak di akhirat yang enggan menutup aurat, itu sangat menampar sekali,” kenang Finna.

Akhirnya, setelah beberapa minggu terlewati, Finna pun mulai terbiasa mengenakan jilbab. “Kenapa nggak sekalian dicoba saja, insya Allah dengan mantap sebelum Ramadhan saya putuskan berhijab,” kata Finna.

Tak pernah terbayangkan dalam benak Finna Agnesty yang begitu ‘membenci’ hijab, justru akhirnya memutuskan berhijab. Tak disangka pula, bahwa sang Suami yang ia doakan siang malam agar  bertobat dan mendapat hidayah Allah, justru yang paling ngetol mendorong agar istrinya menutup aurat.

Keputusan Finna berhijab sedikit banyak berpengaruh pada pergaulan nongkrongnya dan juga bisnis akunting yang sedang ia geluti. “ Awalnya kawan nongkrong pun menanggapinya beragam. Ada yang menjauh, bahkan mencela, sampai saya berantem saat itu,” kata Finna.

“Sampai klien beberapa memutuskan kontrak. Tapi kelamaan mereka kembali, dan sadar bahwa berhijab tak menghalangi berbuat profesional. Mereka jadi melihat dengan profesionalitas kita bukan karena fisik,” kata Finna.

Kawan-kawannya pun kini mulai menerima, bahkan hubungan baik tersimpul kembali antara Finna dan koleganya. Setelah berhijab, Finna merasa apa anggapan negatifnya selama ini tentang hijab selama ini justru keliru. “Hijab adalah kewajiban kita kepada Allah, hijabin dulu, nanti akan berproses,” tegasnya.

“Jujur, kini saya merasa nyaman, tenang, dan merasa lebih barokah, dari pergaulan, rumah tangga, bisnis, hingga orang tua saya yang sangat ingin saya berhijab pun merasa bersyukur,” kata Finna yang kini hubungan dengan orang tuanya sudah membaik, barakah dari proses berhijab.

Finna pun memohon doa agar selalu istiqamah. Ia menyadari bahwa dirinya pun masih berproses menuju lebih baik. “Mohon doanya. Yang terpenting sekarang ialah istiqomah, dan saya pun begini masih jauh, masih berproses, mohon doanya,” pungkas Finna. Kita doakan bersama. Aamiin. (rizki/alhikmahco)