Akhlak Orang Tua Kepada Anak

Akhlak Orang Tua Kepada Anak

0 3314

Salah satu nikmat dalam berkeluarga adalah memiliki anak yang saleh. Namun, untuk membina anak yang saleh, pihak orang tua mempunyai sejumlah tugas dan tanggung jawab moral yang perlu dipenuhi, di antaranya :

  1. Menjaga dan mendo’akan keselamatan anak, dimulai sejak dalam kandungan rahim ibunya. Anak memerlukan perhatian sehingga anak dapat lahir dengan sehat wal‘afiyat. Dianjurkan kepada para orang tua untuk mendo’akan kesehatan dan keselamatan anaknya dimanapun berada. Seperti yang diajarkan Allah dalam firman-Nya berikut ini : “Wahai Tuhan kami! Kurniakanlah kepada kami istri dan keturunan yang menyenangkan hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. al-Furqan [25]: 74)[i]
  2. Mengaqiqahkan dan memberikan nama yang baik, dianjurkan kepada kedua orang tua untuk menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran bayi dan diberikan nama yang mengandung arti-arti yang baik. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: Nama yang paling disukai Allah adalah yang dimulai dengan abd (kemudian disusul dengan salah satu di antara nama-nama sifat Allah) atau yang mengandung makna terpuji (seperti Muhammad, Ahmad, dan sebagainya)“(HR. Muslim)[ii]
  3. Menyusukan, selama lebih kurang dua tahun anak disusukan oleh ibunya.
  4. Memberikan makan, tempat tidur, dan pakaian yang layak, kemudian setelah itu orang tua berkewajiban memberi anak makan, pakaian, dan tempat tidur secara wajar hingga mereka bisa dilepas untuk berdiri sendiri. [iii]
  5. Mengkhitan, ialah memotong kulup atau kulit yang menutupi ujung kemaluan agar terhindar dari berkumpulnya kotoran di bawah kulup, dan memudahkan pembersihannya setelah buang air kencing. Sebagian besar ulama mewajibkan atas setiap laki-laki Muslim, sebaiknya sebelum usia baligh. [iv]
  6. Memberi ilmu, kedua orang tua wajib memberikan pemahaman dan ilmu baik secara langsung maupun melalui lembaga pendidikan. s
  7. Mengawinkan jika sudah mencapai baligh, sebagian dari kewajiban bapak atas anaknya ialah memberikan nama baik, ajarkan dia menulis, dan kawinkan dia apabila telah dewasa. [v]
  8. Berlaku adil. Sebagai orang tua, kasih sayangnya harus diberikan secara adil sesuai proporsional. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits berikut ini : dari nu’man bin Basyir r.a, bahwa bapaknya pernah menghadap Rasulullah SAW bersamanya. Di sana bapaknya berkata ”Sesungguhnya aku telah memberikan pelayan kepada anakku ini,” Rasulullah kemudian bertanya, apakah anakmu yang lain juga kamu berikan hal yang sama?’ bapaknya menjawab tidak. Rasulullah bersabda bertaqwalah kepada Allah dan berbuat adilah kepada anakmu. (HR. Muslim)[vi]

Hamzah Ya’qub (1983), Etika Islam, Bandung: CV Dipenogoro, cet. 2, hlm. 150

Muhammad Bagir (2008), Fiqh Praktis, Bandung: Karisma, hlm. 454-455

Hamzah Ya’qub.,opc.it.,hlm. 151

Muhammad Bagir.,op.cit., hlm. 65

Hamzah Ya’qub.,opc.it., hlm. 151

Imam Nawawi, (2006) Ringkasan Riyadhus Salihin, Bandung: Irsyad Baitus Salam, cet. 10, hlm. 342

gambar. rumahkeluargaindonesia.blogs